• 29

    Oct

    Kepada Langit.

    GOD! you know, I’m never give up, but if you want me to stop. then, I’ll give up now. Kepada langit, ijinkan aku menari, di bawah sinar cahayamu oh bulan lalu menulis cerita tentang cinta yang absurd, dimana tidak ada kata perkenalan atau jatuh cinta pada seorang yang beriklar sebatas teman, dan bantu batin ini mencerna, tentang dia. kenapa dia bisa begitu menjajah pikiran, Memenangkan hati, tanpa perlu waktu lama Kepada langit, ingin aku menulismu, dengan banyak cerita Cerita-cerita perempuan yang kehilangan sayap Lelah yang hampir tak pernah dirasa dalam waktu berjalan, Tentang jatuh dan berdiri, jatuh lagi dan berdiri lagi.. Kepada langit.. biarkan aku berpuisi, Berelegi tentang hidup yang penuh kecurangan dan segala pilihan yang membuat bimbang Kepada langit.. rapuh?
    Read More
  • 29

    Oct

    Stimulus

    Aku sedang memberi stimulus pada hati biar tenang. Atas kekacauwan hidup yang berserakan, Memberi ruang pada kebahagiaan untuk mengisi tiap sudut sesempit apapun itu, Juga mendesak sedih biar pergi bersama tawa biarpun terpaksa, udara Bogor yang lebih segar ketimbang jakarta Silahkan ajak sesak jiwa ini pergi bergi bersama angin. Biar aku punya kesempatan mencari dimana riang Dalam rindu saat masa kanak-kanak yang tak terlupakan, Aku menghipnotis diri dalam kesadaran. Memberi rehat dari rutinitas yang serba datar, Mengajak menari dibawah sinar bulan pada malam, Dengan gemerlap bintang biarpun laut gelap hitam, biarkan ventilasi otak ini mengganti oksigennya Setelah penuh sesak dengan hidup yang isinya penyesaalan. Ketika aku mengingat cinta, doa, dan cita-cita. Pudar Tertelan Oleh seb
    Read More
  • 29

    Oct

    SAUDARA!

    Kadang saudara itu bisa lebih ganas daripada srigala lapar . Jika hatinya sudah di selimuti kedengkian. *** Homohominilupus Mulut kau itu bagai geram srigala lapar, saudaraku. siap menerkam si lemah sepemandangan matamu. Tidak peduli si lemah itu nanti akan mati, Atau apakah dirimu masih ada yang menangisi apabila nanti mati?. Kau tidak diberikan akal dan naluri yang lembut oleh Tuhanmu. Dibiarkan dirimu hanya hidup dengan insting kebuasan selayaknya hewan Tanpa bekal nilai-nilai keberadaban Lantas, aku heran Kenapa Tuhan masih berbaik hati padamu, Diberikannya kau teman-teman dan sanak saudara agar kau tidak kesepian dalam belantara rimbamu. Padahal mereka pun kelak satu-per-satu akan kau terkam ketika kau lapar. Anjing Kejepit. Aku pernah lihat seekor anjing jadi-jadian dikampu
    Read More

Author

Search

Recent Post