• 20

    Jun

    Bicara golput atau memilih. Sama-sama bicara tanggung jawab

    Bersumber dari website data Komisi Pemilihan Umum (KPU), hampir 38% pemilih dalam pemilu 2014 ini berasal dari kaum muda. Ialah kita yang berusia 17 tahun - 25 tahun. Lalu mengapa kita masih pura-pura tidak peduli? Sebagian besar anak muda masih apatis untuk ikut ‘gembira’ dalam menyambut pesta demokrasi di negerinya sendiri. Padahal sadar atau enggak, nasib kita sebenarnya ikut tergantung pada orang-orang yang kita acuh-tak-acuhkan keberadaannya tersebut. Ialah para anggota DPR yang duduk di kursi senayan. Gak salah sih, kalau konsep berpikir yang mungcul di benak kita; buat apa ikut nyoblos, toh gue gak kenal. Nama dan muka mereka asing buat gue! Atau kalaupun kenal paling dia artis yang kadar kecerdasan otaknya masih dipertanyakan, Belum tentu juga setelah terpilih, para
    Read More
  • 3

    Jun

    Estafet Kepedulian Badak Jawa

    Berita gembira ini saya baca dari media nasional Republika online Kalau saat ini, Indonesia sedang menantikan kelahiran anak badak Sumatera yang kini tinggal di Suaka Badak Sumatera Taman Nasional Way Kambas, Lampung. Badak Sumatra yang sedang hamil tua itu bernama Ratu, buah perkawinannya dengan Andalas, badak jantan kelahiran Cincinnati, Amerika Serikat. Ratu diperkirakan akan melakirkan bulan Juli sampai Juli mendang, setelah sebelumnya sempat 2 kali mengalami keguguran. Kalimat bahagia ini disampaikan oleh Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan. Ini saya kutip dari media Republika online. Katanya, “Kelahiran anak Ratu akan menjadi sejarah karena merupakan yang pertama di Indonesia lebih dari 124 tahun sejak upaya penangkaran badak dalam kandang dilakukan,”. Berbuahnya keb
    Read More
  • 21

    May

    Sebuah refleksi : merayakan hari momentum nasional.

    Selalu ada moment special yang diperingati untuk mengenang masa lalu sebagai bahan refleksi diri. Seperti seratus empat tahun yang lalu, ketika tokoh pergerakan nasional Dr Soetomo, dr Tjipto Mangunkusumo, Ki Hajar Dewantara yang tidak pernah tahu secara pasti kapan Indonesia akan merdeka. Namun mereka tahu bahwa pintu gerbang kemerdekaan pasti akan tiba. Yang harus terus dilakukan adalah bagaimana terus menggelorakan semangat kemerdekaan. Itulah yang membuat mereka kemudian mendirikan Boedi Oetomo. Hanya dengan keyakinan yang kuat akan Indonesia bangkit, maka cita-cita besar itu akan bisa diraih. “We are what we think we are,” kata pepatah Inggris. Apa yang kita pikirkan, maka itulah yang kelak akan terjadi. Hingga tiga puluh tujuh tahun setelah digulirkannya pergerakan
    Read More

Author

Search

Recent Post