• 29

    Apr

    Selasa tenang

    Tidak banyak suara hingar terdengar di kantor. Tidak dari tetangga sebelah, tetangga depan, termasuk hingar dari dering HP karena sudah 2hari, ia mati total. Dan yang punya belum punya duit buat segera beli yang baru. Haha…maka atas semua kesepian tersebut.. hari ini, saya namai: Selasa tenang. Meskipun begitu, hanya ada satu artikel yang berhasil saya buat, selain membantu menyelesaikan rubrik yang di tulis Pak Bos 1 untuk editorial dan abstrak. Sedang sisa waktu lainnya saya gunakan untuk merancau di wall FB (dosa pegawai), memanipulasi pikiran teman2 yang membaca unggahan status yang saya buat soal gema pesta demokrasi yang belum usai, dan belum ketahuan siapa yang akhirnya bisa melenggang mulus ke Senayan sebagai anggota dewan. #yeahtapi, semua orang juga begit
    Read More
  • 22

    Feb

    Saya korban kemeriahan Festival dongdang!

    Festival Dongdang di gelar lagi. Di 2014 ini, jatuh pada sabtu, 22 Februari. Hajatan akbar tahunan yang di fasilitasi oleh Pemda Kabupaten Bogor digelar dengan meriah. Meriah karena undangan yang hadir bisa mencapai ribu orang, sebagian besar yang datang asli warga Kab. Bogor. Bisa di bayangkan Seabrek warga tumpah serentak disepanjang jalan tegar beriman (arah Cibinong). Dongdang itu sendiri, artinya “sesuatu yang digendong”. Cikal bakal budaya lokal yang tiada akan luntur. Historisnya perayaan ini di gelar untuk menunjukan cinta dan syukur kepada Allah dan Nabi S.a.w berkat rejeki yang dituai ditanah Bogor yang sedemikian subur. Maka, bisa dilihat pada tiap perayaan ini tidak kurang dari 2000 arak-arakan dongdang, dari jumlah 40 peserta kecamatan, yang dijadikan pawai adalah
    Read More
  • 2

    Nov

    Tokoh dibalik pembunuhan Munir (opini)

    Berikut merupakan opini sederhana untuk terus mengenang kematian Munir - Sang Aktivis HAM Indonesia, Kematian tak akan merenggut sosokmu dari ingatan:) Munir Said Thalib, pejuang HAM Indonesia, 4 tahun silam tewas diracun arsenik dalam perjalanannya menuju Amsterdam dari Jakarta. Berbagai kemungkinan pihak dibalik pembunuhan sampai saat ini belumlah terungkap sepenuhnya. Aksi-aksi perjuangan pendiri KontraS (Komosi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan) ini, Munir, menjadi musuh berbahaya bagi lawan-lawannya. Kebencian para penguasa orde baru terhadap gerakan human right Munir sangatlah beralasan. Mereka [penguasa] yang telah semena-mena menindas, membunuh, dan membantai rakyat kecil mendapat perlawanan keras dari Munir. Munir tanpa lelah terus mencari fakta dan realita untuk m
    Read More
Prev -

Author

Search

Recent Post