Atik wedding

24 Aug 2014

#dailyreport

Gue menunaikan tugas sebagai sahabat. Setiap orang yang hidup tidak mungkin menelan-pahit getirnya hidup ini seorang diri. Dan tentunya tidak ingin pula-tidak membagi kebahagiaan bersama orang-orang terdekat. Jarak 2,5jam buat gue tidak terlalu jauh. Dari Bogor ke Tangerang, kota dimana 20tahun gue tumbuh dibesarkan. Salah seorang sahabat SMA gue menikah hari ini, 24 Agustus 2014 dengan seseorang yang dia pilih. Maksud gue kenapa dia tidak memilih menikah dengan laki-laki, yang juga teman gue, yang udah mengisi hidup dia selama hampir 8 tahun. Gue melihat sahabat gue itu dalam altar pelaminan. Tidak menangkap gurat apa-apa. Abis mukanya; emang cantik banget sih tapi datar. hahaha..

Gue sempet lost kontek sama dia. Terakhir setelah ayahandanya meninggal. Lalu dia hilang kabar setahun belakangan, sesekali gue menangkap aktifitasnya di media sosial. itupun ngak terlalu sering. Gak kaya gua yang bawel di medsos. Tapi kemudian gue sempat meminta kontak bbm dan chat, menanyakan soal kabarnya, mamah dan kakak-adiknya, soal pekerjaan, dan soal pacar. Biasalah cewek….rumpi! rumpi! rumpi!

Kalau sudah lama ngak ngobrol, biarpun cuma lewat chat via bbm. Ngobrol pun terasa asik dan berjam-jam. Lalu besoknya lost lagi…selama menjadi teman dalam list kontak bbm gue. Sekali lagi, gue hanya bisa memantau aktifitas atau mood dia sekarang dari update statusnya. Sesekali bertanya, sampai HP gue hilang dan kita lost setahun tanpa memberi kabar.

2 minggu sebelum hari ini. Kontak list gue ada yang meminta pertemanan. Disana baru dia cerita dia akan nikah dan ngak sama pacarnya yang udah hampir 8 tahun itu. Soal alasan-setiap kali dia ingin cerita…ada nada ragu-ragu. Gue sahabat yang tidak pernah memaksa, kalau dia siap cerita pasti dia akan. Kalau tidak, gue hanya akan meminta langsung pada Allah s.w.t apapun pilihan hidup orang-orang yang gue sayang. Bahagiakan mereka dengan cara yang terbaik.

Gue agak sedikit kecewa ketika dia meminta gue untuk-langsung ke resepsi aja. Sedang buat gue, melihat sahabat gue berada dalam keharuan, ketegangan, kebahagiaan, dalam balutan gaun pengantin putih yang cantik. Dibibirnya menggema doa-doa kecil saat seorang laki-laki mengucap bismilllah lalu melapalkan kata “saya terima nikah dan kawinya…” adalah sebuah moment penting dan indah buah gue.

Tapi apapun, gue bahagia hari ini…melihat sahabat gue bahagia dan sudah ada yang laki-laki pengganti ayahnya, yang bisa menjaga serta membahagiaakan hidupnya. Dan semoga itu berlaku sepanjang hayat. Cuma itu doa gue. Selamat memasuki fase kehidupan baru ya, sayang…

atik wedding


TAGS


-

Author

Search

Recent Post