Kesan buruk naik Busway City Tour

23 Aug 2014

Kalau ingin jalan-jalan gratis di Jakarta, jangan lewatkan kesempatan untuk mencoba city tour Jakarta bersama Busway. Tapi harus ada tata tertib yang harus KITA SEMUA jaga!

BuswayHidup itu memang haram hukumnya kalau sampai melewati kesempatan baik. Karena kesempatan baik itu tidak datang dua kali, BENARRR? dan kalaupun datang kita akan menunggu utk waktu yang lama pada kubangan penyesalan yang melelahkan. Biasanya sihh gitu. Dan itu juga berlaku pada saat lo mau jalan-jalan gratis naik Busway wisata keliling. Eh, seriusss nunggunya kadang lamaaa boo! Soalnya busway khusus city tour ini memang tidak banyak armadanya kalau ngak salah siih cuma 10 bus gitu (ngarang.com).

Awal2 kabar busway ini beroprasi sih gue udah pingin nyobain, tapi berhubung tertunda-tunda mulu. Jadi barulah Sabtu ini, untuk pertamakalinya gue naik dlm rangka putar-puter Jakarta. Seperti tadi gue bilang kesempatan baik jangan pernah dilewatkan. Niatnya sih mau ngedate di Museum Gajah, soalnya kesana ngajak pacar kan belum pernah, biasanya sama teman-teman terus. Sekalian hunting-hunting foto. Sekali-sekali pacaran sambil berdiskusi mengenai sejarah Indonesia. Dan (didepan loket pembelian tiket masuk Museum) dengan lantang gue bilang begini “Bahwa tiadalah pernah ada bangsa ini yang patut kita syukuri melainkan telah datang kepada kami kemerdekaa dari kecaman penjajah melainkan harus mencintai nilai-nilai sejarah perjuangannya, dengan cara; salah satunya mengunjungi Museum.” #gaya bicara Gusur,-di film lupus

Terusss?
Langsung di usir, gue ngak boleh masuk Museum dan diputusin pacar di depan orang efek saking malunya dia ngajak gue jalan-jalan. Oke. Lelucon kegaringan. Gue emang ngak bakat jadi pelawak atau jadi penulis novel komedi ala Raditya Dika. Jadi pas kita baru-mau masuk kedalam museum itu, Ngak sengaja gue ngeliat bus city tour itu berhenti didepan gerbang museumnya. Gue sempet nanya seperdetik. “Mau naik ngak?” Begitu belum sempat pacar jawab apa-apa. Gue udah terlanjut narik-tanganya lalu lari-lari estafet menuju bus.

aditKirain takut ketinggalan alias keburu ditutup pintunya: tapi begitu gue naik langkah kaki pertama. Gue sempet noleh dan tanya sama petugasnya “Pak, bayar tiketnya bisa didalem kan?” dengan wajah polos. Soalnya setau gue awal-awal emang gratis. Tapi kan itu awal-awal. Hidup di ibukota macam Jakarta ini mana ada yang gratis TUL NGAK? kecuali sebelum ada pasangan Jokowi-ahok (yg bukan darah asli Jakarta tapi, kadar cintanya sampe 24 karat buat buat kota krodit ini).

“Ohh…Gratis! Gratis!” kata petugasnya ramah. Terus gue dicubit pacar. “Kamu nih kebiasaan suka malu-maluin, naik bus ini gratis tauu!!”

“Oh sampai kapan gratisannya?” tanya gue lagi.
Sampai trah kepemimpinan Jokowi-Ahok tidak lagi menggemgam kebijakan untuk membuat peraturan di ibu kota Indonesia ini. Jawab gue sendiri :D

Sedang soal kondisi didalam buswaynya sendiri sih keren, ngak kalah sama konsep bus di Singapur, fasilitas masih berfungsi, ACnya masih dingin. tapi…kebiasaan buruk orang Indonesia itu yang gue lihat di dalam busway. Yang sebegini nyamannya harus dikotori dengan sampah bekas bungkus roti dan tissu yang dibuah sembarangan. Jadi, ngak salah sebenarnya..kalau gue menilai bangsa ini ngak bisa maju cepet dibandingkan bangsa lain (yang masa kemedekanya setelah 1945) tuh bukan karena pemimpinnya yang ngak becus mimpin bangsa. Tapi karena warga masyarakatnya yang pada ngak tau diri. Dikasih fasilitas baik, dirusak atau dikotorin. Kalau dikasih fasilitas yang kurang memadai, dicurhatin kema-mana dengan nada nyinyir. Ujung-ujungnya pemerintah yang dijadikan kambing hitam.

CATAT ya! Gue mengambil analogi ini, khusus loh…soal kasus yang gue temui hari ini. Karena beberapa kasus yang lain juga, mengindikasi ketidak tersediaan fasilitas umum yang baik itu akibat adanya jiwa korup di badan Pemerintahan.

Jadi, gue menyayangkan aja kalau Pemeritahan yang baik sudah ada. Mengeluarkan produk kebijakan yang menguntungkan rakyat kaya adanya Busway city tour ini kenapa siih ngak kita jaga bersama? Biar bus ini selalu bersih dan nyaman kita naiki. Biar bus ini tetap di gratiskan sama pemerintah. Biar kalau ada turis-turis Luar Negeri yang mengunjungi Jakarta dan naik bus ini. Mereka akan punya cerita lagi yang bisa dibawa pulang kebangsanya. “Eh..eh..di Jakarta itu busnya bersih banget loh, nyaman banget. Ayo kita ke Jakarta lagi buat naik bus city tour”. Tuuuhh kaya gitu kan enak.

Dan satu lagi, jangan ribut sendiri sama genknya. Soalnya kan ini fasilitas umum. Lain kalau naik bus sendiri, jangankan mau ketawa atau ngobrol pake taoak. Mau karoekean di dalam bus ya silahkan. Harapan gue sih, kalau ada orang yang merasakan hal yang sama-terkait ketidaknyamanan selama di dalam Busway city tour sih. Tolong introspeksi diri, dan pastikan bahwa kita tidak melakukan hal yang sama. Sekian. SALAM CINTA UNTUK INDONESIA :)


TAGS #BUSWAYWISATA #BUSWAYGRATIS


-

Author

Search

Recent Post