Senin si monster day

16 Jun 2014

senin 16 Juni 2014.

Kecuali hari ini dan di mulai dari minggu ini. Senin bukan monster day seperti yang dikatakan banyak orang. Saya masih senewenan…bingung membayangkan apa kabar kantor di senin siang yang muram ini? ah, semalam oleh teman kantor, saya diceritakan tentang kondisi diri saya. Tersudut dan terkena fitnah. Yang lebih menyedihkan adalah saya tidak ambil ancang-ancang untuk melakukan perlawanan. Macam bukan pembangkang saja saya ketika dirumah, hah?

Kali ini saya teriaki diri saya sendiri. “Kau si nyali lembek, macam tak pernah mencicipi kawat berduri yang perih terkena kulit waktu jadi aktifis kampus bersama teman sejawat dulu?!”. Mungkin keberanian dalam diri saya meluap saat beberapa tahun belakangan saya mengahadapi nasib tidak baik. Tidak ada yang menyedihkan selain ketika kita bercermin dan kita menyaksikan orang gagal, bukan? :(

Rasa demikian saya alami bertahun-tahun. Mungkin genap 4 tahun kini (entah, saya malas benar menghitung!). Dan sampai senin ini saya belum terlepas dari rasa malang itu. malang yang menghinggapi hati saya sendiri. Oh gusti…bantulah hambamu ini.

Soal apa yang terjadi dikantor. 60% saya akui salah kecemasan saya dan sisanya salah orang yang jahat itu. Padahal setiapkali bertemu dia selalu menegaskan dia orang baik dan diberkahi keberuntungan dalam hidupnya. Apalah yang saya bisa saya perbuat ketika orang lain merasa hidupnya beruntung? meski kita tidak tau, benar dan pasti apakah cerita itu karangan atau imajinasi belaka?

Setidaknya si jahat itu lebih baik dari saya si lembek ini. Oh, apa yang terjadi dikantor saat ini membuat semalam tidur saya tidak nyenyak. Sebenarnya sudah seminggu ini. Berdasar info yang disampaikan ke saya: di kantor dia (si jahat itu) menebar omongan kalau saya ingin resign. dan bla..bla..bla..ditambah omongan itu disampaikan pada orang sekantor dan atasan saya. Mungkin saat ini nama saya sedang runtuh-runtuhnya.

Meski tidak lengkap info yang saya dapat. Tapi bisa saya pastikan 1000% apa yang dia katakan tentang saya tidak ada yang benar! Ini saya katakan karena tidak ada kedekatan antara saya dan dia. Kami bukan sahabat, kami tidak pernah curhat-curhatan masalah pribadi. kami bukan juga rekan kerja yang terhubung secara horizontal. Saya bekerja di lantai 1 dan dia dilantai 3. saya berbincang hanya sesekali dan seperlunya. Lagipula saya menjaga benar privasi isi otak dan hati saya pada orang-orang baru. Karena saya tipe orang yang tidak mudah dekat dan percaya pada orang lain.

Tentang prediksi kejadian ini. Sebelumnya saya sudah diperingati. “Hati-hati dengan orang ini, rahmaa.. dulu si A pernah dibeginikan” kata seorang teman. Saya berjaga2 sudah! hanya waktu fitnah itu terjadi, saya lengah karena tidak masuk kantor. Lagi pula gelagat tidak baik, karakter si orang ini…sempat bikin geger kantor. Lantaran ‘urusan keluarga dia’ melibatkan orang lain. Ini aneh! Orang yang tidak pandai berbohong tidak akan pernah reflek berucap bohong bukan? karena kebohongan adalah sebuah rencana yang matang di kepala.

Jadi ceritanya, (saya mau gosip dikit) ketika dia berbohong pada suaminya, dia menguatkan alibi dengan berkata “kalau ngak percaya tanya aja si A”..lah, yang ditanya si teman kantor belum dikasih aba-aba apa-apa. jadilah jawaban yang diperoleh ngak sama. Celaka kan? dari cerita ini, kesimpulannya…kalau ada orang berani mencelakai dirinya sendiri. Maka bukan hal yang perlu dibertimbangkan ketika dia harus mencelakai orang lain. Termasuk mencelakai saya.

ah sudah, Innalillahi saja dulu. Hari sudah hampir gelap. Saya ingin si monster day ini cepat berakhir. /Depok. 17.30


TAGS #tragedidiri


-

Author

Search

Recent Post