Kepada waktu

3 Jul 2012

Kepada waktu…
Kau berjalan dan berlalu
Tanpa bisa disesali
Seharusnya begitu, hanya aku yang sedemikian tersesat dalam ruang-ruangmu.
Dalam sebuah magma yang memuntahkan rasa penyesalan.
Karena ada hasil yang harus aku pertanggung jawabkan.

Kepada waktu
Diantara tembok-tembok terpisah oleh jarak.
Seberapa jauhkah jarak hari ini dan esokmu?

Kepada waktu…
Aku mulai muak dengan hari yang datar.
Kenapa tak cepat matahari kau terbitkan di ketimuran.
Sedang malam ini begitu sepi dan aku dinaungi awan kelam.
Lalu, kenapa tak kau biarkan saja hujan datang?
Paling tidak filosofi air itu lebih menenangkan ruang.

Kepada para pemuja waktu
Ketahuilah kau tidak akan dapat apa-apa darinya.
Diam hanya menjadikan dunia bisu dengan segala kemunafikan yang ada.
Menunggu hanya menjadikan kau tua tanpa gema tawa.

Kepada kau yang masih menatap hari kemarin itu.
Ketahuilah ada waktu yang tak dapat kembali
Seberapa pun kau tundukan kepalamu dalam sesal
Air mata pun tak laku dijadikan penawar atas apa yang kau hancurkan

Kepada waktu…
Aku biarkan kesedihan hari ini berlalu
Namun, berjanjilah esokmu akan menceriakan aku.


TAGS Prosa


-

Author

Search

Recent Post