Jajan Sego Kucing di Bogor

13 May 2012

Sego Kucing atau lebih di kenal dengan nama nasi kucing. Bukanlah suatu menu makanan “wah” tertentu tetapi lebih pada cara penyajiannya yang (istilah zaman sekarang) unyu-unyu. Jadi, nasi kucing berupa nasi di bungkus daun pisang yang banyak ditemukan pada warung angkringan. Dinamakan “nasi kucing” karena disajikan dalam porsi yang (sangat amat) sedikit, seperti menu untuk pakan kucing. Seriusan… nasinya cuma sekepal hanya cukup untuk beberapa kali suap saja.

95024f810380d08650de97bb39c2d7e8_b3461b523207faa1297dfa0cdb91f086_view

Nasi kucing itu semacam nasi rames, dengan menu bermacam-macam: tempe dan tahu bacam, tempe kering, teri goreng, sambal goreng, babat, bandeng, usus, kepala atau cakar ayam serta sate telur puyuh.Jadi, pilihan lauk-pauk untuk makan tersedia berbagai macam. Tinggal di pilih saja.

Biasanya nama jajanan nasi kucing ini sangat populer sekali di daerah asalnya, Jogja dan Solo. Bahkan untuk menjumpainya di sepanjang jalan di Solo dan Jogja sangatlah mudah soalnya saya pernah treveling kesana. Dari jalan besar sampai di gang-gang juga banyak terjajar penjual nasi kucing. Wong jogja biasanya menyebutnya angkringan dan wong Solo menyebutnya lek-lekan. Tapi, mungkin sudah sangking terkenalnya jajanan murah ini. Di daerah tempat tinggal saya di Bogor juga tidak sulit ditemui.

Tepatnya, di sepanjang jalan Pemda Bogor (arah mau ke Cibinong) disana rame sekali jajaran penjual Sogo Kucing. Tempatnya makannya disini asik loh. Kita makan lesehan di bawah tenda di sepanjang pinggir jalan Pemda Bogor. Karena lesehan jadi, suasanyanya nyaman banget buat ngobrol sama temen-temen kalau datang ramean. Lebih enak lagi kalau makannya di temani dengan wedang jahe. Harga nasi kucing ini juga murah, hanya Rp. 5000,- dan wedang jahe 4000,- Dan yang spesial disini juga populer menu serabi duren. Tentang rasanya? Pokokke lekerrrr abis :)

Tempat penjual sogo kucing di sepanjang pemda Bogor Ini ngak cuma ada dua atau tiga tempat jadi, pilihan tempatnya banyak banget. Walaupun semua rata rata lesehan. Tempat ini biasanya buka mulai dari jam 5 sore -sampai- malem banget. Bahkan kalau sabtu dan minggu bukanya bisa sampai jam 2an pagi. Eith, waktu saya kesana sama Devi itu jam 11 malem. Jadi, jangan berfikir makin malem tempat makan ini akan makin sepi. Malah makin rame loh. Ngak percaya? silahkan mampir saja.


TAGS kuliner jajan


-

Author

Search

Recent Post