Ironis, PK Antasari ditolak MA, tapi Semua Diam.

14 Feb 2012

SUNGGUH IRONIS, harapan kita semua bicara keinginan untuk mewujudkan penegakan hukum di bangsa tercinta ini supaya adil. Ternyata hanyalah gombalan belaka. Gombalan ini bukan hanya milik pejabat negara, dalam hal ini presiden, mentri hukum dan HAM, para wakil rakyat yang terhormat, semua lembaga penegakan hukum, bahkan kita sendiri sebagai rakyat yang [katanya] sering memanjatkan harapan agar hukum di negara ini adil juga hanya mendengungan keinginan ini sesasat. Yah sesaat! ketika kasus itu menjadi headline di berbagai media massa. Kita ikut mencemooh para penegak hukum kita yang kita anggap tidak adil, menggelar aksi soladaritas di jalan, dengungan itu terdengar di tempat-tembat umum, di kantor, kampus, bahkan sampai pasar. Tapi, ketika kasus itu hilang dari pemberitaan media massa karena di timpah pemberitaan yang lain. Kita seolah melupakan. Yah lupa! bahwa keinginan untuk menjadikan hukum di negara kita adil bukanlah untuk sepenggal waktu saja. Tapi, sampai langit ini runtuh seharusnya seperti asas hukum kita.
SIDANG ANTASARI AZHARYang saya bicarakan Disini adalah kasus Antasari Azzhar. Habis sudah upaya hukum Antasari Azhar untuk terbebas dari hukuman. Dari upaya banding, kasasi hingga PK, semua di tolak hakim. Paling tragisnya lagi para saksi yang sangat berkemungkinan bisa meringankan hukuman atau bahkan membebaskannya, tak berani bersaksi karena tak ada jaminan keamanan bagi dirinya dan keluarganya.

Seperti yang kita ketahui bersama kasus Antasari Azhar ini bukanlah semata kasus hukum pidana (pembunuhan) biasa melainkan telah berkolaborasi dengan politik. Maka, beginilah jadinya. Hukum di otak-atik sesuai orderan, dan fakta hukum pun bisa di rekayasa dengan mudah. Seorang Antasari Azhar yang gencar mengusut kasus korupsi, tahu-tahu jadi terdakwa atas kasus pembunuhan Nasrudin Zurkarnain, Direktur PT Putra Rajawali Banjaran,. Motifnya pun dibuat sedemikian rupa [serupa dagelan] yaitu rebutan cewek! Ceweknya pun hanya seorang ceddy golf! Saat di adili, segala keganjilan yang terungkap dalam persidangan, sama sekali tak di gubris. Bahkan 3 novum yang dibawa tim pengacara Antasari ke MA rupanya juga tidak menjadi bahan pertimbangan, Sampai akhirnya, pada Senin 13 Febuari 2012 hakim tetap menjatuhkan vonis 18 tahun penjara untuk seorang mantan ketua KPK. Dan keputusan itu diberikan tanpa ada disenting opinion, semua berkeputusan bulat. [sekali lagi] untuk seorang mantan ketua KPK.

Antasari Azhar masuk penjara atas sesuatu yang tak di lakukannya, memang sungguh menyakitkan. Pasti beliaupun tak menduga bahwa garis hidupnya harus menjadi Sengkon-Karta jilid kesekian. Dia tidak diam, kuasa hukumnya melakukan upaya banding, di tolak! Kasasi, juga mentok! Dan saat memperoleh sejumlah Novum (bukti baru) di ajukanlah PK. Tapi, Makhamah agung dalam sidangnya tetap menolak. Itu artinya suka-atau tidak suka, Antasari Azhar harus mendekan dalam jeruji besi selama 18 tahun, [bila tanpa remisi].

Dalam sidangnya terdahulu, pengacara unjuk bukti bahwa SMS ancaman dari Antasari kepada Nasrudin Zulkarnain hanyalah rekayasa. Tapi, ini tak di gubris hakim. Ada pula pengakuan dari Citrus Sinaga, Lalu, dalam sidang PK, saksi dokter dari RS Mayapada Gatot Subroto juga tidak mau bersaksi karena tidak ada jaminan keselamatan untuk dirinya dan keluarganya. Begitu pula Andi Syamsudin [adik korban] yang mengaku tahu siapa dalang di balik pembunuhan kakak kandungnya. Alasannya sama, LPSK [Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban] tidak memberikan jaminan keamanan baginya dan keluarga.

Kini, Antasari Azhar sedang terjebak dalam sebuah sekenario besar, tapi tak seorangpun yang berani menolong. Kasus semacam ini kembali mengingatkan saya dengan Andika, abang senior saya di kampus, waktu itu sehabis sidang MUKERMA yang bagi saya serem pula, kita berbincang berdua. Katanya begini : kalau orang baik masuk ke dalam ranah politik maka pilihan untuk hidupnya hanya dua saja. Mati [seperti Munir atau Hakim Agung Kartasasmita] atau masuk penjara seperti Antasari.

PS : dan ayo tebak-tebakan sama saya siapa yang paling gembira atas di tolaknya PK terhadap Antasari ini? Pasti, Jaksa yang di dalam bui itu dan keluarga artis yang jadi menantu pengede itu * angkat jempol dulu :D


TAGS Penerapan Hukum di Bangsa Kita


-

Author

Search

Recent Post