Munir, kami tak pernah lupa!

1 Nov 2011

    Banyak yang pintar dan pandai berpolitik, tapi tak setulus Munir. [Asfinawati].

Hormat saya padamu ayahanda:)

Hormat ananda kepadamu ayah..

Tak pernah BASI untuk menuliskan kembali kisah Munir. Selama belum ada titisan seperti dirinya yang mencintai bangsa ini dengan tulus. 7 September 2004, seorang pahlawan yang memperjuangkan Hak asasi Manusia telah berpulang. Kematiannya masih menjadi tanda tanya besar, kenapa Munir di bunuh? siapa yang paling bertanggung jawab? Kasus hukum yang masih terkatung-katung

Miris rasanya jika anak bangsa tak mengenal mengenal sosoknya. Siapa tak bangga ketika mendengar kembali cerita tentang keberaniannya dulu dalam memperjuangkan hak asasi manusia di negerinya sendiri. Munir melalui sepak terjangnya bersama KONTRAS berdiri di garda depan untuk membela para keluarga korban orang-orang hilang dari kasus-kasus tindak kekerasan yang mengabaikan HAM. Terutama ketika dia membela para aktivis yang menjadi korban penculikan Tim Mawar dari Kopassus. Setelah Soeharto jatuh, dimana penculikan itu juga menjadi alasan pencopotan Danjen Kopassus Prabowo Subianto dan diadilinya para anggota tim Mawar. Tidak hanya kasus itu, kasus lain seperti kasus tanjung priok, kasus penculikan aktivis 1998, hingga tragedi talangsari dan masih banyak lagi yang lainnya.

Munir Said Thalib, seorang Sarjana Hukum Lulusan Universitas Brawijaya, merupakan orang yang sangat peduli dengan penegakan Hak Asasi Manusia di Indonesia. Namun tidak ada yang menyangka, perjuangannya untuk membela orang-orang yang hak Asasinya terenggut karena keberaniannya berbicara justru malah membuat akhir hidupnya bernasib sama.

Munir meninggal dalam perjalanan ke negeri Kincir angin untuk melanjutkan kuliah S2 di Belanda, Nyawanya terenggut oleh para pengecut yang tidak ingin Munir mengungkap kebenaran. Racun Arsenik yang biasa di gunakan untuk membunuh Hama, di temukan di lambung dan mengalir di darahnya. Mendengar berita kematiannya, seakan diluar logika, sebuah pembunuhan orang penting dengan racun, berlangsung di atas ketinggaian puluhan ribu mil di atas permukaan laut. semoga Drama tragedi ini tidak pernah terulang. Setelah 65 tahun negeri ini merdeka, semoga lebih ada penghargaan terhadap nyawa-nyawa manusia.. terhadap hak-hak hidup..

Kisah kematiannya menjadi drama paling panjang di meja hijau yang tidak pernah memiliki akhir cerita. Keadilan dan kebenaran mungkin juga tidak akan pernah terungap terhadap kasus pembunuhan ini. Entah sampai kapan…tapi, yang pasti kisah heroikmu akan tetap hadir dari masa ke masa menjadi dongeng nyata bagi putra putri bangsa. Agar kecintaanmu terhatap negeri ini menular pula kepada kami.

Kami akan selalu merindukan sosokmu, ayah..kami tak akan lupa! more figure : klik here


TAGS #tentangMUNIR


-

Author

Search

Recent Post