Mar 10 2013

Koleksi novel jadul

Published by lucerahma under Random and tagged:

7fe279b46fb13d966fed4453de36a002_530065_3841493844237_1823476518_n

Terkesima! Udin beberapa detik tidak bisa menutup rapat bibirnya. Bukan lantaran dia memiliki gigi gede-gede dan kompak berbaris rada maju kedepan. Tapi, lantaran dia baru saja melihat kecantikan seorang bidadari yang nyata di matanya. Senyumnya manis, berkulit putih, tinggi semampai, langsing dan memiliki rambut panjang terurai. Sore itu, dia melihatnya di sebuah taman. Siapakah dia gerangan?

Udin penasaran. Karena perempuan itu langsung berhasil membuatnya jatuh sayang. Udin langsung merasa dibuai oleh khayalan-khayalan indah perasaannya sendiri “ohhh, begini yaaa rasanya suka sama perempuan”. Udin ternyata dulu mantan banci.

Bahkan dalam khayalannya, Udin rela kalau harus berubah peran jadi seekor puddle, anjing kecil yang selalu di bawa jalan-jalan dan bermain oleh sang bidadari yang cantik itu. Siapakah dia gerangan?

Sekarang Udin tidak lagi penasaran. Karena akhirnya dia tau kalau perempuan itu (di perankan oleh Ratna Galih) merupakan tetangga depan rumahnya. Bukan rumahnya sih, rumah majikannya. karena Udin hanya bekerja sebagai pembantu dirumah itu. Tapi, dia tidak minder. Soalnya perempuan yang di taksirnya juga berstatus sama. Sama-sama pembantu maksudnya. Jadi pikirnya, tak ada masalah dengan status kesenjangan sosial bagi dirinya dan bidadari itu.

Nah, yang jadi masalah hanya satu “bagaimana caranya buat Ia menggungkapkan rasa suka sama perempuan itu.” Kini perasaan hatinya makin tak menentu. Lantunan lagu D’bagindas yang berjudul Suka Sama Kamu mampu untuk mengekspresikan rasa hatinya itu

Jantungku berdebar saat kau menatapku

jadi salah tingkah bicara sama kamu

bibirku terbungkam melihat senyummu

aku tak kuasa saat di depanmu

Reff:

Sebenarnya aku ingin mengungkapkan rasa
Tapi mengapa aku selalu tak bisa
Bagaimana caranya agar dirimu bisa tahu kalau aku suka

Lirik lagu itu benar-benar membuatnya salah tingkah. Maksud hati memang ingin ungkapkan rasa tapi, malu untuk mengawalinya. Selain itu, halangan juga muncul dari majikannya yang galak. Majikannya tidak mengerti perasaan Udin karena Ia tidak memberi kesempatan untuk mendekati bidadarinya. Namun, setelah majikan Udin pergi. Pikirnya inilah kesempatan. Iya bermaksud menyambangi bidadari itu untuk mengungkapkan rasa suka padanya. Namun, takdir berkata lain. Udin patah hati bahkan sebelum Ia berhasil mengungkapkan perasaannya. Karena ternyata bidadarinya itu sudah punya suami dan anak dua.

Disini : kalau kamu pingin nyanyi sendiri sambil liat video klipnya. Mongooo…

KIRA-KIRA begitulah visualisasi adegan yang terdapat dalam video klip lagu teranyar D’Bagindas, berjudul Suka Sama Kamu. Ini merupakan single pertama dari album ke-2 mereka “Yang No.1″. Group band yang di gawangi oleh Bian pada vokal, Tile (Gitar), Dandy (Gitar), dan Mike (Keyboard) sebelumnya ini pernah menuai sukses di albumnya yang pertama. Lagu berjudul C.I.N.T.A yang rilis pada 2010 berhasil menghantarkan mereka pada popularitas. Lagu tersebut berhasil membetot perhatian masyarakat sehingga band ini dikenal luas. Lagu lain yang juga jadi Hitz ada; IA, Empat Mata, Apa Yang Terjadi. Hingga band ini sampai mendapat gelar “group band pendatang baru terbaik” pada Anugrah Musik Indonesia tahun 2011. Mengalahkan rivalnya Zivilia. Penghargaan lain juga di dapat dari sebuah acara musik di RCTI. Ini membuktikan keserius Band ini dalam menempatkan sukses warna musik yang di usungnya yakni “pop-melayu”.

Saya pribadi sebelumnya sudah nonton 10 kali video klip milik D’bagindas ini. Sebelum mereview-nya. Dan SUKA sama lagunya! Karena melodi musiknya juga easy listening, selain liriknya juga mudah di ingat. Buat saya, di lagu yang berdurasi 3 menit 30 detik ini. Mike sang pencipta lagu, telah berhasil mengekspresikan suasana hati seseorang yang sedang jatuh cinta tapi, masih ragu untuk mengungkapkan rasa. Sebenarnya sih ini bisa dibilang lagu sedih yah, karena lagu ini menceritakan ketika kita lagi suka-sukanya sama orang, tapi ngak berani bilang. Mungkin karena takut di tolak atau ada alasan lain. Tapi, yang jelas ini adalah cerita cinta yang ngak kesampaian, alias perasaan itu cuma bisa di pendam dalam-dalam, cuma bisa dinikmati sendirian #JLEB *jadi curcol*.

Tapi, inilah istimewanya. Makna lagu yang liriknya ‘dalem’ ini ngak terasa sedih karena D’ Bagindas mempresentasikan lagu ini dengan aransemen musik lebih riang. Tidak mendayu-dayu seperti lagu C.I.N.T.A dan Tak seindah Malam Kemarin. Ini seperti menunjukan, kalau D’ Bagindas berani membuat inovasi baru untuk warna musiknya sendiri.

Over all. Baik konsep ide klipnya dan aransement musik jadi melebur. It’s perfact. Dan saya pribadi juga suka dengan pemilihan Udin Sedunia sebagi model klipnya. *eh, jangan fitnah* nenek-nenek juling juga tau kalau Udin itu ngak ganteng. tapi, muka Ndeso alias udik miliknya itu justru terlihat is natural joke. So, sudah tepat bila tim creative TRINITY OPTIMA, selaku Production is a recording company memilih Udin sebagai bintang klip, kalau tujuan alur cerita dalam klip ini ingin menyuguhkan suasana kocak. Because of their team work successfully. *Yeiy*

By:

afd181fafb89561b7b7e8fd8545777b8_ae147628aa5b578db8732dab080019cf_lomba-review-dbagindas

8 responses so far

Sep 09 2012

PROKALMASI (setelah tgl 8)

Published by lucerahma under Prosa and tagged: ,

Dengan ini, aku menyatakan bahwa

Telah kumerdekakan engkau

dari dalam hatiku. Selama-lamanya.

Aku masih mencari kebenaran di balik bingkai kacamatamu yang sedikit tebal. Juga berharap masih membaca ketulusan disana. Dia, laki-laki satu-satunya yang mampu memenuhi rongga khayalanku tentang sebuah pernikahan yang bahagia. Entah kenapa, keyakinan itu meluncur seiring dengan semakin lama waktu menautkan kita dari awal sebuah perkenalan yang sederhana.

“Kalau kau izinkan. Aku ingin jadi bagian dari perjalanan cinta terakhirmu” begitu aku mendoktrin cintaku.

Walaupun mungkin kamu seorang laki-laki penjelajah banyak hati. Tapi, sekali lagi aku berharap. Aku. Hanya aku hati gadis terakhir yang kau singgahi hingga suatu hati akan terbit keyakinan yang sama dalam hatimu.

Meminta aku untuk menjadi patner dalam perjalanan cintamu yang terakhir. Setelah kau merasa lelah menjelajah. Dan memutuskan untuk tinggal. Maka, hatiku ini adalah tempat tinggal yang kau pilih.

Aku memanggilnya Abang. Bukan lantaran ada latar belakang budaya. Tapi, aku memang menghargai keberadaan sosoknya sebagai laki-laki dewasa dan mapan dalam segala bidang kehidupan. Itu aku nilai dari pola pikirnya.  Karena seingatku aku mencintainya lantaran sebab itu. Dan demikianlah alasan, mengapa aku tidak dapat mencatat waktu. Kapan pertama kali aku telah dibuat jatuh sayang pada Abang.

Hari berangsur menebarkan bahagianya sejak aku mengenalmu. Bang, tahukah. Namamu selalu menjadi sarapan bagi otakku setiap pagi datang begitu mataku terbuka. Setelah aku mengawalinya dengan mengingat Tuhanku. Silahkan kau beri penilaian tentang seberapa pentingnya kamu dalam hidupku.

Hanya aku tidak pernah tahu. Seberapa pentingnya aku dalam hidupmu. Yang aku tahu, kau tidak pernah lebih dari delapankali berucap sayang padaku. Sisanya, kamu hanya membicarakan dirimu dan hati yang berhasil kau jajahi. Dan cemburu menyulutku.

Aku tetap jatuh cinta denganmu, Bang.

Juga pada saat cinta yang lebih tulus datang menghampiri aku. Cinta lain yang berani memberi jaminan kalau aku tidak akan pernah mengecap kelabunya patah hati.

Namun, aku tetap bersikeras mengejar cintamu, Bang.

Aku mengabaikan yang datang. Walaupun kamu belum memutuskan untuk menempati ruang kosong di hati ini. Maka, hari-hariku selalu diliputi perasaan yang menjadi virus bagi orang - orang yang dirundung keragu-raguan. Galau.

Sekali lagi, aku tetap menjaga keberadaanmu dalam hatiku, bang.

Tidak peduli seberapa bosan aku sudah menunggu. Tidak peduli seberapa cemas aku menjaga agar sayang itu tetap ada. Tidak peduli seberapa banyak kebohongan yang telah kau nyatakan padaku. Tidak peduli seberapa luka ketika kau sengaja menorehkan cemburu dengan tempat-tempat penjelajahanmu itu. Tidak peduli seberapa sering kau mengambil hatiku, lalu pergi untuk beberapa waktu. Dan memilih kembali lagi. Bahkan aku tidak peduli seberapa tulus ketika kau berucap sayang itu.

Aku hanya peduli terhadap segala yang positive dalam dirimu, Bang. Aku sudah pernah bilang, kan?

Apa setelah ini, kamu masih ingin bertanya seberapa dalam aku telah terperosok jatuh sayang padamu, Bang? Aku tidak punya keberanian untuk memberitahu sebelum kau menyatakan respon terhadap rasaku lebih dulu. Dan aku memilih menunggu.

Hingga aku merasa aku yang telah menjajah hatiku sendiri. Bukan kau, bang. Dan aku menjadi penikmat rasa itu sendirian. Tanpa kau. Hanya sendirian. Hingga aku berfikir, mungkin mencintaimu hanyalah khayalan. Mungkin kau itu laki-laki yang tidak pernah nyata. Mungkin pernikahan bahagia bersamamu itu juga buaian mimpi belaka.

Ketika aku terbangun. Aku ada dipenjara dengan jeruji tidak terlihat. Aku terjajah dengan perasaan yang tak terbalas. Aku bukan lelah menunggumu, Bang. Aku merasa…mungkin sudah saatnya aku harus memprokalmasikan hatiku dari cintamu. Entahlah, demi rasa kebahagiaanku atau bukan. :(  This is my soundtrack of the day

One response so far

Sep 07 2012

sebelum tgl 8

Published by lucerahma under Prosa and tagged:

“…..Sedikit perhatian, Apa saya harus ngemis-ngemis kah…? “

Dia masih saja memalingkan wajahnya dari keberadaanku. Betapa benarkah sayang itu menetap di hatinya?. Kadang aku masih bertanya, biarpun dia pernah berucap rasa sayang itu memang ada. Berlebihan? Ah tidak, ini standar inginnya kebanyakan perempuan. it’s normaly.

Kurang waktu dari 24 jam, aku akan merayakan pertambahan umur. Rona-rona bahagia itu terpancar justru dari orang-orang sekelilingku. Mereka yang nodong minta traktiran. Hahaha…

“ini adalah perayaan kebahagiaan”  bujuk mereka. Agar aku memboyong semuanya ke sebuah tempat makan.

Dering handphone pun sedari tadi bersahutan. Isinya sama. Ucapan dan doa untuk kebahagiaanku. Terimakasih. Aku mendoakan kebaikan juga untuk kalian.

Dan mungkin baru besok. Beberapa mantion twitter dan wall facebook akan memenuhi ucapan dan doa yang sama. Bless me!

Ketika orang lain masih mengingat keberadaan kita itu adalah bahagia. Dan bahagiaku memang sesederhana itu.

Tapi, ada satu cemas yang aku rasa.

Bukan soal di tanggal 8 itu jatah umurku di bumi ini jadi berkurang alias tambah tua. Atau soal tanggung jawab tentang deadline istilah “kemapanan” yang harus cepat terpenuhi. Apalagi cecaran pertanyaan orang tua untuk sekedar mengkonfirmasi “kapan saya ingin memperkenalkan seorang pria sebagai calon suami. Dan bukan lagi pacar”. Astaga!

Apa kau mengingat sebuah hari di tanggal 8 September itu? Cemas aku dibuatnya. Oleh pertanyaan pengharapan itu.

Ketika semua orang memberikan perhatiannya pada saya tanpa saya minta. Berarti apa saya harus mengemis-ngemis agar kau juga memberi hal yang serupa. Apa saya berlebihan? Hanya untuk sekedar ucapan. Dari kamu.

Kau.

Yang entah harus aku akui. Kau itu bagian dari apa. Teman kah? Abang kah? atau hanya seorang pria yang pernah berucap sayang dalam sebuah ruang. Tanpa menunjukan perhatian khusus setelahnya. Ah gila! Aku yang rasanya jadi gila karena terbawa perasaan.

No responses yet

Next »